Potensi Bungkil Kedelai sebagai Pakan Unggas dan Ruminansia

Bungkil Kedelai

Bungkil kedelai (Soybean Meal) adalah produk hasil ikutan penggilingan biji kedelai setelah diekstraksi minyaknya secara mekanis (ekspeller) atau secara kimia (solvent) yang dapat dijadikan bahan pakan sumber protein nabati untuk hewan ternak.

Proses Pembuatan

Minyak kedelai mempunyai kadar asam lemak jenuh sekitar 15% sehingga sangat baik sebagai pengganti lemak dan minyak yang memiliki kadar asam lemak jenuh yang tinggi seperti mentega dan lemak babi.

Persyaratan Mutu

Parameter Persyaratan Mutu
Kadar Air (maks) 12,0%
Abu (maks) 6,0%
Protein Kasar (maks) 46,0%
Lemak kasar (maks) 2,0%
Serat kasar (maks) 5,0%
Kelarutan protein pada KOH 70-85%

 

Pemerintah telah melakukan pengawasan mutu bahan pakan dengan mengeluarkan standar mutu untuk beberapa bahan pakan, salah satunya bungkil kedelai.

Bungkil Kedelai Untuk Pakan Ternak Non Ruminansia

  • Bungkil kedelai mampu menyuplai 25% kebutuhan protein pada unggas
  • 50% protein untuk unggas berasal dari bungkil kedelai
  • Ayam pedaging (15-30%) ayam petelur (10-25%)

Bungkil Kedelai untuk Pakan Ternak Ruminansia

  • Protein pakan pada ruminansia berasal dari leguminosa dan biji-bijian yang umumnya protein tersebut sedikit yang bebas dari degradasi mikroba rumen
  • Bahan pakan sumber protein yang umum diberikan pada ternak adalah bungkil kedelai yang memiliki susunan asam amino yang lengkap
  • Bungkil kedelai memiliki nilai biologis yang tidak maksimal jika diberikan pada ternak ruminansia karena memiliki tingkat degradasi rumen yang besar sehingga kurang dapat mensuplai kebutuhan protein untuk ternak ruminansia secara langsung
  • Salah satu alternatif yang digunakan untuk melindungi bahan sumber protein seperti bungkil kedelai adalah tanin

Zat Antinutrisi pada Bungkil Kedelai

  • Bungkil kedelai mengandung zat antinutrisi seperti tripsin inhibitor yang dapat mengganggu pertumbuhan unggas, namun zat antinutrisi tersebut akan rusak oleh pemanasan atau penggilingan sehingga aman untuk digunakan sebagai pakan unggas
  • Antinutrisi lainnya yang terdapat pada bungkil kedelai yaitu phytohaemaglutinin, lipoxygenase, goiterogen, saponin, phytic acid, digosacchorides

Cara Menyimpan Bungkil Kedelai

  • Simpan bungkil kedelai di tempat yang kering/tidak lembab, berventilasi, terhindar sinar matahari langsung, terhindar dari hujan dan bocor serta serangga dan hewan lainnya
  • Bungkil kedelai disimpan dengan teknik penyimpanan yang biasa digunakan yaitu sistem FIFO (First In First Out/Masuk Pertama, Keluar Pertama) supaya lebih mudah mengontrol keluar masuknya pakan dan kualitas pakan tetap terjaga.