Himasiter IPB Menggelar Webinar Peran Teknologi Pakan pada Ruminansia dan Isu Mengenai PMK yang Sedang Marak Terjadi

Himpunan Mahasiswa Nutrisi dan Makanan Ternak telah melaksanakan seri kedua dari rangkaian webinar series 2022 pada tanggal 29 Mei 2022. Webinar kali ini mengangkat tema “Peran Teknologi Pakan di Era Society 5.0 terhadap Kualitas Hewan Ruminansia”. Webinar ini dihadiri oleh Prof Nahrowi sebagai pembicara.

Dalam webinar ini, Prof Nahrowi memberikan materi mengenai teknologi terkini dalam peningkatan kualitas nutrisi hasil samping agroindustri aebagai pakan ternak ruminansia.
Prof Nahrowi menjelaskan bahwa permasalahan terkini pada peternakan seperti Penyakit Mulut dan Kuku harus dapat diselesaikan dengan teknologi pengolahan pakan yang baik.
“Beberapa fakta bahan pakan lokal seperti teknologi produksi yang masih tradisional, penanganan pakan pasca panen yang buruk, serta kualitas dan harga bahan pakan lokal yang bervariasi,” Jelas Prof Nahrowi. Menurut Prof Nahrowi, salah satu solusi mengatasi permasalahan pakan adalah dengan revitalisasi kemandirian bahan pakan lokal seperti jagung, onggok, bungkil inti sawit, rumput, lamtoro, dan lain sebagainya.
“Revitalisasi pakan dengan melakukan pengelolaan pakan yang baik, difokuskan pada pengolahan dan penyimpanan pakan, lalu diformulasikan agar menjadi bahan pakan yang sesuai dengan kebutuhan ternak” Ungkap Prof Nahrowi.
Teknik peningkatan kualitas bahan pakan dapat berupa perlakuan fisik, perlakuan kimia, suplementasi, dan perlakuan enzim. Penyakit Mulut dan Kuku tidak tahan asam, maka apabila pakan dijadikan silase PMK tidak akan terdapat pada silase. Maka dari itu, produk silase dapat diterapkan untuk mencegah penyebaran PMK di Indonesia.