Kenapa penggunaan AGP tidak diperbolehkan?

Hallo Nutrisionist!

Kalian sudah mendengar belum bahwa penggunaan AGP dilarang sejak 1 Januari 2018? Kenapa yaa penggunaan AGP bisa dilarang? Penasaran? Yuk kita bahas satu satu!

Kita mulai dari definisi AGP terlebih dahulu. Antibiotic Growth Promoter/AGP (antibiotik imbuhan pakan) merupakan antibiotik yang digunakan sebagai suplemen dalam pakan ternak untuk mengeliminir bakteri merugikan saluran pencernaan agar mendapatkan bobot badan serta rasio konversi pakan yang lebih baik.

Pada unggas, pengaruh AGP bergantung pada tingkat sanitasi peternakan. Pemberian AGP tidak berpengaruh pada ternak yang bebas mikroba (germ-free animal)

Penggunaan AGP pada Pakan Unggas dapat meningkatkan produktivitas ternak, menekan angka kematian, dan memperbaiki efesiensi penggunaan pakan, lho. Namun, penggunaan AGP ini dapat menimbulkan residu dalam daging dan produk hewan lainnya yang dapat berpengaruh pada kesehatan konsumen, resistensi bakteri terhadap antibiotik serta terjadinya resistensi silang antara antibiotika dalam satu golongan.

Jadi lebih singkatnya jika AGP terus menerus digunakan maka bakteri akan semakin resisten terhadap antibiotik. Hal tersebut berdampak pada sulitnya atau bahkan tidak bisanya penyakit dilawan dengan menggunakan antibiotik. Selain itu, AGP ini residunya dapat terkonsumsi manusia lho! Bahaya banget ya. Oleh karena itu, banyak ilmuan telah meneliti mengenai penggunaan alternatif AGP ini dengan tumbuhan herbal yang khasiatnya mirip dengan AGP, lho. Wah keren banget ya! Nah, salah satu temuannya, yaitu jamu unggas

Kenapa harus jamu unggas?
Sebagai antisipasi untuk unggas yang biasa diberi AGP dan mengantisipasi rentannya kematian yang tinggi pada unggas.

Salah satu alternatif yang bisa dilakukan agar konsumen aman dari residu antibiotik sintetik yaitu dengan penggunaan antibiotik alami yang berasal dari tanaman herbal. Antibiotik alami berasal dari tanaman herbal, penggunaan dua belas macam ramuan herbal (temulawak, jahe, sirih, kunyit, bawang putih, kemangi, sereh, bawang merah, kencur, lengkuas, temu hitam dan temu kunci). Dari dua belas bahan ramuan herbal terdapat beberapa bahan yang memiliki kandungan zat bioaktif yang sama sehingga perlu mengurangi jenis bahan menjadi tujuh tanaman ramuan herbal (temulawak, jahe, sirih, kunyit, bawang putih, kemangi dan sereh) dan pengaturan pemberian ramuan herbal yaitu setiap hari menjadi dua hari sekali.

Manfaat Ramuan Herbal (Jamu Antibiotik Alami) ini banyak banget, lho yaitu mampu menghambat bakteri gram positif dan gram negatif, menghambat Salmonella pullorum melalui pengujian dengan pencekokan, mencegah penyakit akibat virus (flu burung) menggunakan pengujian dengan pelikin kit

Wah, banyak banget yaa manfaat dari jamu unggas ini. Gimana? Sekarang sudah lebih tau kan mengenai AGP?

Terimakasih telah membaca ahooy fact kali ini. Sampai jumpa di ahooy fact selanjutnya!