Himasiter IPB

Semangat Berprofesi untuk Membangun Negeri

KA-DO untuk peternakan indonesia

Oleh: Fitria Nur Aini

Program Swasembada Daging Sapi Tahun 2014 (PSDS-2014) merupakan program utama Kementerian Pertanian dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan hewani asal ternak yang berbasis sumberdaya domestik terutama ternak sapi potong. Swasembada daging sudah lama didambakan oleh masyarakat agar ketergantungan terhadap impor sapi bakalan dan daging sapi menurun melalui pengembangan potensi dalam negeri (Permentan 2010). Namun, program tersebut masih belum bisa tercapai sampai sekarang karena sulitnya teknis pelaksanaan untuk meningkatkan populasi sapi bakalan di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh beberapa kendala yang diantaranya adalah: 1) Rendahnya produktivitas sapi lokal, 2) Industri sapi potong sebagian besar dilakukan secara tradisional, 3) Investasi yang dibutuhkan cukup besar dan nilai itu ada pada sapinya, 4) Belum adanya program pemerintah yang tepat sasaran, tepat guna, berkesinambungan, dan berdaya saing tinggi, 5) Sapi lokal belum siap mengisi industri peternakan feedloter (kuantitas dan kualitas), 6) Umur pertama kali sapi dikawinkan lambat (rata-rata diatas umur dua tahun), masa bunting sangat lama (lebih lama dibandingkan ternak lain, yakni 9 bulan), dan litter size atau jumlah anak per kelahiran yang rendah (sapi hanya mampu menghasilkan 1 ekor anak per kelahiran) (Susilawati dan Affandy 2004). Oleh karena banyaknya faktor penghambat dalam meningkatkan produktivitas sapi bakalan di Indonesia, maka diperlukan adanya alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan daging di dalam negeri. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan semaksimal mungkin potensi ternak potong lain yang ada di dalam negeri.KA-DO untuk peternakan indonesia

Tentang KKP

 Kuliah Kerja Profesi (KKP) adSeorang warga menggiring sapinya di kawasan hutan jati, Desa Tangulangin, Montong, Tuban, Jatim, Minggu (27/1)alah suatu bentuk pendidikan dengan cara memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup di tengah masyarakat di luar kampus, yang secara langsung bersama-sama masyarakat mengidentifikasi serta menangani masalah pertanian dan lingkungan yang dihadapi. Kegiatan KKP dilakukan dengan pendekatan multidisiplin ilmu yang ada di lingkungan IPB. Kuliah Kerja Profesi diharapkan menjadi kegiatan civitas akademika IPB dalam membantu memberikan solusi terhadap permasalahan masyarakat pedesaan, dan merupakan suatu kegiatan yang berkesinambungan, dalam arti pembinaan dari tahun ke tahun merupakan interaksi yang berkelanjutan dengan masyarakat dari desa-desa kerjasama. Continue reading

© 2016 Himasiter IPB

Theme by Anders NorenUp ↑